gambar 1


WIJAYA TRADING

Wijaya Trading berkomitmen untuk membimbing semua peserta sampai memahami dan profit dengan tetap terus komunikasi dalam grup kelas.

WIJAYA TRADING

Wijaya Trading berkomitmen untuk membimbing semua peserta sampai memahami dan profit dengan tetap terus komunikasi dalam grup kelas.

WIJAYA TRADING

Wijaya Trading berkomitmen untuk membimbing semua peserta sampai memahami dan profit dengan tetap terus komunikasi dalam grup kelas.

WIJAYA TRADING

Wijaya Trading berkomitmen untuk membimbing semua peserta sampai memahami dan profit dengan tetap terus komunikasi dalam grup kelas.

WIJAYA TRADING

Wijaya Trading berkomitmen untuk membimbing semua peserta sampai memahami dan profit dengan tetap terus komunikasi dalam grup kelas.

Wijaya Trading Jember

Sabtu, 19 Juni 2021

Cara Profit Konsisten dalam Trading

Setiap trader pasti menjadikan kegiatan trading sesuai dengan kondisinya masing-masing, ada yang menjadikannya sampingan dan bahkan ada juga yang menjadikannya untuk penghasilan utama. Dalam trading, setiap trader pasti memiliki tujuan yang sama yaitu untuk meraih keuntungan dalam trading. Terdapat tiga hal yang membuat trader konsisten dalam memperoleh keuntungan.

Apa saja cara profit konsisten dalam trading?

1. Candlestick

Candlestick merupakan sebuah metode diagram kuno dari jepang yang tingkat akurasinya tidak perlu diragukan lagi. Banyak trader yang menggunakan menggunakan candlestick untuk menunjukkan harga. Candlestick akan merefleksikan dampak sentimen investor terhadap harga sekuritas tinggi, rendah, terbuka, dan penutupan untuk periode tertentu. Candlestick umumnya digunakan untuk trading jangka pendek, sehingga lebih cocok digunakan oleh trader. Salah satu keunggulan candlestick ini adalah mampu menampilkan psikologi pasar dengan mudah. Candlestick juga berguna sebagai salah satu analisis untuk strategi trading agar untung. Candlestick memiliki berbagai jenis pola dan beberapa diantaranya menguntungkan. Oleh karena itu, para trader harus mampu membaca candlestick dengan baik. Mampu membaca candlestick akan membawa keuntungan bagi para trader.





2. SNR (Support and Resistance)

Dalam forex, harga mata uang di market selalu bergerak naik dan turun. Hal ini karena dipengaruhi oleh supply and demand atas mata uang tersebut. Di pasar forex juga akan ada dimana harga berhenti bergerak naik atau berhenti bergerak turun. Dalam analisa teknikal forex, trader bisa memperkirakan kapan kira-kira supply atau demand semakin besar. Salah satu caranya yaitu dengan mengenali level support dan resistance. Setiap trader harus mengetahui titik support dan resistance yang berkaitan dengan pergerakan harga. Melalui strategi support dan resistance, trader dapat meraih profit dari margin dan meminimalisir kerugian jika harga sedang anjlok. Support dan resistance adalah salah satu dari teknik yang paling sering dipakai pada analisis teknikal yang mendasar pada konsep yang mudah dimengerti namun sulit untuk dikuasai. Support adalah level yang diperkirakan akan menahan pergerakan bearish (turun). Sedangkan resistance adalah level yang diperkirakan akan menahan pergerakan bullish (naik). Ketika harga bergerak naik dan kemudian turun lagi, maka titik tertinggi yang dicapai sebelum turun lagi itulah yang disebut dengan resistance. Ketika harga bergerak naik lagi, maka titik terendah yang dicapai sebelum harga bergerak naik lagi itu kita sebut sebagai support. Seperti itulah kita menentukan level support dan resistance seiring dengan pergerakan harga yang naik turun sepanjang waktu.





3. Money Management

Trading memiliki resiko yang sangat tinggi, maka penting bagi para trader untuk memiliki strategi money management dengan baik. Money management forex adalah salah satu faktor penting dalam keberhasilan trading. Karena dengan manajemen keuangan yang baik, maka seorang trader akan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh profit secara konsisten. Money Management adalah tata kelola dana dalam akun trading. Hal ini mencakup berapa besar lot di setiap posisi trading, berapa jarak antara harga entry (open position) dengan Stop Loss (SL) dan target profit trader, serta berapa jumlah maksimal posisi trading yang akan trader buka dalam satu waktu bersamaan.





Semoga artikel ini bermanfaat bagi para trader untuk memperoleh profit yang konsisten, terimakasih!

Note:

Apabila membutuhkan Free materi dan info lebih lanjut hubungi 03315106055.

Free materi soft copy hub wa admin 081258066174

Info Private/class trading premium berbayar (dibimbing selamanya sampai profit konsisten dan mandiri). Kunjungi akses langsung web kami www.wijayatrading.com

Perbedaan Forex dan Investasi

Banyak orang belum mengetahui perbedaan antara investasi dan trading. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup besar. Biasanya, baik investasi maupun trading banyak digunakan dalam istilah saham dan forex. Keduanya memiliki tujuan dan strategi yang berbeda. Awalnya, trading hanya digunakan dalam dunia pasar modal dan forex. Namun, sejatinya kedua istilah tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu mengembangkan aset dengan cara yang berbeda. Pemahaman yang baik mengenai perbedaan keduanya menjadi kunci sukses dalam mengembangkan aset yang kita kelola.

Apa perbedaan trading dan investasi? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Trading

Trading merupakan salah satu kegiatan sederhana yang dapat dilakukan dan berpotensi memberikan keuntungan dalam rentang waktu yang pendek. Pengertian trading tersendiri yaitu kegiatan membeli dan menjual instrumen investasi dengan memanfaatkan fluktuasi harga harian. Dengan kata lain, trading fokus pada kegiatan jual beli dalam jangka pendek. Jadi prinsip dalam trading adalah buy dan sell, dan fokus kepada price action. Oleh karena itu, trader lebih banyak menggunakan analisa teknikal untuk mengetahui pergerakan harga.

Trading memiliki sifat yang lebih aktif. Sebagai investor, Trader adalah pelaku usaha yang harus bekerja sendiri untuk mendapatkan target profit pada periode tertentu. Untung dan rugi sebagai hasil dari modal yang trader tanamkan tergantung pada Anda sendiri sebagai trader. Jika sukses mengelolanya, trader akan mendapatkan profit. Sebaliknya, trader akan kehilangan uang dalam jumlah besar jika mengelolanya secara asal-asalan. Dengan kata lain, trading memiliki resiko yang sangat tinggi. Jika trader tidak menyiapkan ilmu dan beberapa hal lainnya yang diperlukan dalam trading maka akan mengalami kegagalan atau loss. Tonton video dibawah untuk hal yang harus dipersiapkan sebelum memulai trading!





2. Investasi

Investasi merupakan kegiatan membeli saham, untuk disimpan dan dijual kembali dimasa depan. Biasanya saham disimpan untuk jangka waktu yang cukup lama, bisa berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Investasi memiliki prinsip buy dan hold ketika melakukan investasi. Buy and hold berarti investor akan membeli dan menahan saham dalam jangka waktu yang panjang. Seorang investor akan menahan sahamnya dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu, analisis yang digunakan lebih cenderung ke analisis fundamental. Investor fokus pada fundamental perusahaan yang dipilih.

Investasi memiliki sifatnya pasif. Artinya, Anda sebagai investor tidak menjalankan langsung usaha tersebut untuk mendapatkan keuntungan karena sudah ada pihak lain yang mengelola uang tersebut. Dan Anda hanya tinggal menikmati keuntungannya (tak menutup kemungkinan adanya kerugian) saja. Umumnya, investasi memiliki risiko yang lebih rendah daripada trading. Kelebihan sebagai investor adalah mendapat keuntungan dalam bentuk bunga tanpa perlu ikut menjalankan bisnis. Investasi adalah pilihan yang tepat bagi Anda yang memiliki kegiatan utama yang lain. Sementara kekurangan dari investasi adalah Anda tidak bisa mengendalikan atau menentukan target profit yang ingin didapatkan dalam periode tertentu. Bisa saja profit yang Anda peroleh signifikan dan bisa saja kemungkinan terburuknya Anda menderita kerugian. Semuanya tergantung kepada pengelolanya dan tingkat profitabilitas perusahaan.

Terimakasih, semoga artikel ini bermanfaat untuk semua.

Note:

Apabila membutuhkan Free materi dan info lebih lanjut hubungi 03315106055.

Free materi soft copy hub wa admin 081258066174

Info Private/class trading premium berbayar (dibimbing selamanya sampai profit konsisten dan mandiri). Kunjungi akses langsung web kami www.wijayatrading.com

Jumat, 18 Juni 2021

Kelebihan dan Kekurangan Trading Forex

Bagi para trader sebelum memulai trading sebaiknya mengetahui kelebihan dan kekurangan trading forex. Pengetahuan yang baik tentang forex sebelum serius mendalaminya adalah hal yang wajib untuk dilakukan setiap trader. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kerugian karena trading memiliki resiko yang sangat tinggi. Trading forex merupakan aktivitas yang sulit untuk dilakukan. Bila para trader tidak mengetahui seluk-beluk forex, maka para trader bisa mengalami kerugian besar. Untuk itu simak kelebihan dan kekurangan forex trading ini!

  • Kelebihan Trading Forex
    1. Fleksibel

Kelebihan pertama dari trading forex adalah waktu yang sangat fleksibel. Trading forex berbeda dengan bisnis lain jam operasinalnya, ada waktu 24 jam untuk bertransaksi dari hari senin sampai jumat selama satu pekan. Para trader dapat mengatur waktu sesuai dengan keinginan para trader. Jadi para trader tidak perlu khawatir apabila terdapat pekerjaan lain selain trading.

          2. Likuid

Pasar forex adalah pasar keuangan terbesar dan paling likuid. Pasar forex memiliki tingkat likuiditas atau ketersediaan dana yang sangat tinggi.Hal ini tentu saja memungkinkan setiap trader untuk melakukan proses likuid dengan sangat cepat. Ada banyak sekali trader dari berbagai penjuru dunia yang melakukan transaksi setiap hari. Dan ini semakin mempercepat proses likuiditas dalam setiap transaksi. Untuk itu, forex jelas dapat dengan mudah memberikan keuntungan bagi para trader. Itulah alasan mengapa bila trader menginginkan investasi yang cepat dan likuid, maka sebaiknya segera pilih forex.

         3. Biaya Rendah

Biaya dalam transaksi forex berupa komisi yang diterapkan broker alias spread. Bagusnya, kita bisa memfilter broker mana yang menerapkan komisi paling kecil.

  • Kekurangan Tradig Forex
  1. Penipuan dalam Forex

Dapat dikatakan bahwa penipuan dalam bisnis trading forex adalah faktor yang paling parah terjadi. Dan ini pula yang kemudian menjadikan bisnis ini mendapat stigma sebagai bisnis tipu-tipu dari sebagian masyarakat. Penipuan dalam trading forex online dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Mulai dari broker yang nakal, broker yang membawa lari dana nasabah, dan lain sebagainya. Karena itu dibutuhkan juga pengetahuan untuk memahami kelebihan dan kekurangan broker forex sebelum menggunakan jasa mereka.

      2. Tingginya Volatilitas

Naik turunnya harga mata uang dalam instrumen forex tentunya bergantung pada permintaan pasar. Apabila permintaan dan penawaran tinggi, maka akan tinggi pula harganya. Nah, permintaan dan penawaran ini bisa berubah dengan cepat, bahkan dalam hitungan menit. Kondisi inilah yang disebut dengan volatilitas.

Dengan tingginya volatilitas ini, maka para traders dapat meraih keuntungan tinggi dalam waktu cepat. Namun bila sedang tidak beruntung, mereka juga dapat merugi hanya dalam hitungan menit saja.

      3. Resiko Leverage

Leverage adalah fasilitas, tapi bisa juga jadi pemicu kerugian. Leverage bakal menguntungkan kalau transaksi yang trader jalankan mencetak profit. Tapi sebaliknya, trader bisa rugi bandar kalau ternyata transaksi merugi. Karena itulah para trader mesti tahu betul dulu seputar forex agar bisa mengambil peluang di pasar valas. Mesti berhati-hati menggunakan fasilitas leverage. Terlebih bila modal trader amat terbatas.



Note:

Apabila membutuhkan Free materi dan info lebih lanjut hubungi 03315106055.

Free materi soft copy hub wa admin 081258066174

Info Private/class trading premium berbayar (dibimbing selamanya sampai profit konsisten dan mandiri). Kunjungi akses langsung web kami www.wijayatrading.com

Perbedaan Reversal dan Retracement

Setiap trader forex seharusnya memahami istilah dari reversal dan retracement untuk diimplementasikan tradingnya dengan sukses. Retracement dan reversal merupakan istilah dimana keduanya bekerja secara berbeda dan memberi trader peluang mengambil profit. Ketika para trader mampu membedakan keduanya dengan baik maka kesempatan mendapatkan profit pun akan semakin besar dan kerugian pun dapat diminimalkan. Dan kemampuan untuk dapat mengelompokkan pergerakan harga kedalam kelompok reversal atau retracement adalah hal yang sangat penting. Sebenarnya apa itu reversal dan retracement? 

1. Reversal

Reversal adalah perubahan tren harga yang bersifat permanen, bisa berlangsung dalam jangka panjang (lebih dari seminggu), dan melibatkan perubahan outlook suatu mata uang secara fundamental. Reversal bisa berarti perubahan tren bearish menjadi bullish, maupun perubahan tren bullish menjadi bearish. Momen reversal berlangsung dalam jangka panjang, bisa berlangsung beberapa minggu atau beberapa bulan. Suatu tren dapat dikatakan reversal apabila harga menembus ke arah support atau resistance dan tren memiliki bentuk yang sama antara time frame daily atau yang lebih tinggi. Biasanya sebelum terjadi perubahan atau pembalikan ini diawali dengan kondisi pasar yang sideways/konsolidasi.

Tanda-tanda Reversal

Secara umum, ada beberapa contoh tanda-tanda reversal yang dapat dikenali, yaitu:

  1. Harga tak mampu menembus level resistance penting.
  2. Terjadi peristiwa atau telah dirilis suatu berita penting yang dapat memengaruhi ekonomi suatu negara dan berdampak jangka panjang.
  3. Terbentuk pola candle tertentu yang berdampak besar, beberapa contohnya seperti Morning Star, Evening Star, Three Black Crows, Three Inside Up, Three Inside Down , dan lain-lain.
  4. Terbentuk sebuah pola harga yang bermakna penting, beberapa contohnya seperti Rounding Bottom, Rounding Top, Double Bottom, Double Top, dan lain-lain.





2. Retracement

Retracement adalah perubahan harga yang bersifat temporer (sementara), hanya berlangsung dalam jangka pendek (beberapa hari), serta hanya merupakan koreksi kecil dalam tren yang lebih besar karena tak ada perubahan outlook fundamental. Retracement bearish (Bearish Retracement) akan terjadi di tengah tren bullish, sedangkan retracement bullish (Bullish Retracement) akan terjadi di tengah tren bearish. Retracement lebih mudah dideteksi dibandingkan dengan reversal. Retracement dapat dideteksi dengan menggunakan channel atau menggunakan level-level Fibonacci, Pivot Point, atau Trendline yang terdapat di dalam platform metatrader 4 ataupun metatrader 5. Area retracement ini dapat dijadikan sebagai potensi jual dan beli untuk swing trader, Retracement pada saat uptrend menjadi potensi buy on weakness. Retracement pada saatt downtrend menjadi potensi sell on strength.

Tanda-tanda Retracement

Secara umum, ada beberapa contoh tanda-tanda retracement yang dapat dikenali, yaitu:

  1. Terjadinya aksi profit-taking oleh sebagian trader. Namun, trader ini hanyalah minoritas. Sedangkan, trader mayoritas tetap mempertahankan posisinya karena tidak adanya berita atau peristiwa yang menandakan bahwa tren akan berbalik arah, sehingga tren akan kembali ke asalnya ketika koreksi yang diakibatkan dari profit taking beberapa trader minoritas tadi sudah selesai
  2. Harga berada dekat level psikologis tertentu, tetapi level psikologis tersebut bukan merupakan level resistance penting dalam jangka panjang.
  3. Tidak memiliki bentuk pola candle dan pola harga tertentu atau sering juga memiliki pola candle berdampak ringan, seperti Single atau Double Candlestick Pattern
  4. Tidak memiliki bentuk suatu pola harga yang bermakna penting, seperti yang ada dalam tanda-tanda reversal



Note:

Apabila membutuhkan Free materi dan info lebih lanjut hubungi 03315106055.

Free materi soft copy hub wa admin 081258066174

Info Private/class trading premium berbayar (dibimbing selamanya sampai profit konsisten dan mandiri). Kunjungi akses langsung web kami www.wijayatrading.com

Trading Dengan Breakout dan Bounce

Harga di market atau pasar forex tidak selamanya bergerak ke satu arah saja, naik atau turunnya tidak bisa di prediksi dengan mata telanjang oleh para trader. Oleh karena itu, dalam belajar trading forex yang tidak kalah penting adalah bagaimana memanfaatkan harga market saat dalam kondisi bounce (memantul) atau pada saat harga mengalami breakout. Breakout dan bounce merupakan salah satu kunci mudahnya dalam bertrading. Kedua istilah itu akan sering muncul untuk menandakan potensi pergerakan harga berikutnya, jika pergerakan harga mendekati level-level tertentu. Indikator teknikal apapun yang digunakan trader, metode trading seperti apapun yang dimanfaatkan, pasti akan membidik posisi pergerakan harga akan Breakout atau Bounce; karena, Bounce dan Breakout dalam forex menandai munculnya peluang trading dengan potensi terbaik. Apa itu breakout dan bounce dalam trading forex?

1. Breakout

Breakout dalam forex adalah kondisi harga menembus Support atau Resistance. Dalam analisa teknikal breakout merupakan kondisi tembusnya atau terpecahnya support atau resistance. Tidak selamanya support atau resistance akan bertahan, suatu saat level support atau resistance pasti akan terpecahkan. Seringkali, Breakout mengindikasikan kekuatan trend yang sangat besar dalam mempertahankan lajunya, atau membentuk trend baru. Breakout terbagi menjadi dua yaitu break down dan break up. Karakteristik utama Breakout adalah penutupan harga menembus batas Support atau Resistance. Diperinci, harga harus ditutup lebih tinggi dari batas Resistance atau lebih rendah dari batas Support. Jika harga tidak mampu ditutup pada ketentuan tersebut, berarti Breakout belum atau gagal terjadi. Simak video dibawah untuk informasi yang lebih jelas dan detail!






2. Bounce

Bounce dalam Forex adalah kondisi ketika harga memantul setelah mendekati batas Support atau Resistance. Berlawanan dengan Breakout, Bounce mengindikasikan lemahnya keberlangsungan tren harga terkini. Bounce sendiri sering terjadi ketika harga masih dalam kondisi Sideways, dan apabila terjadi Breakout yang menembus zona Support, maka berikutnya harga kemungkinan akan mengalami tren turun (Downtrend). Sedangkan jika Breakout menembus zona Resistance, maka berikutnya harga kemungkinan akan mengalami tren naik (Uptrend). Banyak para trader meyebutkan bounce trading sebagai swing trading, kenapa di sebut swing trading karena teknik ini memanfaatkan pantulan harga ketika sudah mencapai support dan resistance, pantulan inilah yang menjadi sinyal bahwa level support atau resistance itu masih kuat.

Itulah penjelasan singkat dari kami, semoga artikel ini bermanfaat bagi para trader. Terimakasih




Note:

Apabila membutuhkan Free materi dan info lebih lanjut hubungi 03315106055.

Free materi soft copy hub wa admin 081258066174

Info Private/class trading premium berbayar (dibimbing selamanya sampai profit konsisten dan mandiri). Kunjungi akses langsung web kami www.wijayatrading.com